Mata Kuliah Perspektif Sosiokultural dalam Pendidikan Indonesia
Oleh: Syifa Alyadani (039223350)
Guru Kelas A Mahasiswa PPG Prajabatan UNPAK Gelombang 1 Tahun 2023
Pada akhir pembelajaran setiap topik, mahasiswa diminta untuk merefleksikan pembelajaran, dengan menggunakan alur MERDEKA seperti dalam proses pembelajarannya. Berikut merupakan refleksi mata kuliah Perspektif Sosiokultural dalam Pendidikan Indonesia dalam bentuk aksi nyata.
SEL.11.2-T3-8 Aksi Nyata
1. Mulai Dari Diri
Apa yang Anda pikirkan tentang topik ini sebelum memulai proses pembelajaran?
Jawaban: Sebelum memulai proses pembelajaran pada topik 3, hal yang saya pikirkan yaitu bagaimana proses perspektif sosial, budaya, ekonomi, dan politik dalam pembelajaran dapat mempengaruhi pendidikan di Indonesia serta bagaimana menerapkan pendekatan dengan menggunakan perspektif tersebut.
2. Eksplorasi Konsep
Apa yang Anda pelajari dari konsep yang Anda pelajari dalam topik ini?
Jawaban: Pada topik ini, saya mempelajari bahwa faktor-faktor sosial, budaya, ekonomi, dan politik dapat membantu saya dalam menjalankan peran sebagai pendidik dengan lebih baik. Hal ini berkaitan dengan interaksi sehari-hari, seperti adanya status Status Sosial Ekonomi (SES) dan Cultural-Historical Activity Theory (CHAT). Dalam proses pendidikan tentunya terdapat interaksi antara orang dewasa yaitu guru dan anak yaitu peserta didik. SES berpengaruh terhadap sikap yang harus diberikan kepada peserta didik. Dalam proses perkembangan interaksi ini di batasi oleh CHAT sebagai penghubung dalam aktivitas manusia. Hal tersbut berikaitan dengan sikap, nilai, keterampilan kognitif dalam pembentukan karakter manusia. Vigotsky menyebutkan bahwa momen sosial dalam kesadaran adalah hal yang utama dalam waktu dan juga fakta. Hukum dasar sejarah perkembangan manusia yang menyatakan bahwa manusia diciptakan oleh masyarakat di mana mereka tinggal dan bahwa itu merupakan faktor penentu dalam pembentukan kepribadian seseorang.
3. Ruang Kolaborasi
Apa yang Anda pelajari lebih lanjut bersama dengan rekan-rekan Anda dalam ruang kolaborasi?
Jawaban: Pada ruang kolaborasi saya dengan rekan kelompok saling bertukar pikiran mengenai pandangan dan kesiapan mengajar dalam perspektif sosial, budaya, ekonomi, dan politik dalam pembelajaran yang mempengaruhi proses pendidikan kepada rekan sekelompok. Kemudian kami juga mempelajari bagaimana persamaan dan perbedaan ketika mengajar dengan memperhatikan perspektif sosial, budaya, ekonomi, dan politik. Ternyata dengan memperhatikan perspektif tersebut dapat memengaruhi proses pembelajaran peserta didik. Pemahaman perspektif sosial, budaya, ekonomi, dan politik dapat membantu kami sebagai guru untuk mengidentifikasi kebutuhan yang terdapat pada peserta didik, sehingga kami sebagai guru dapat merancang pendekatan pembelajaran yang inklusif dan relevan.
4. Demonstrasi Kontekstual
Apa hal penting yang Anda pelajari dari proses demonstrasi kontekstual yang Anda jalani bersama kelompok (bisa tentang materi, rekan, dan diri sendiri)?
Jawaban:
5. Elaborasi Pemahaman
Sejauh ini, apa yang sudah Anda pahami tentang topik ini?
Jawaban: Faktor sosial dan budaya suatu daerah akan sangat mempengaruhi pada karakteristik peserta didik dan relevansi nilai budaya sebagai bahan materi pada proses pembelajaran. Selain itu, kondisi Status ekonomi sosial (SES) juga akan mempengaruhi pada perilaku dan sikap peserta didik, yang tentunya proses pembelajaran harus menyesuaikan hal tersebut. Kebijakan politik yang dibuat, akan mempengaruhi pada berjalannya proses pendidikan. Hal ini berkaitan dengan pelaksanaan kurikulum yang diberlakukan saat ini.
Apa hal baru yang Anda pahami atau yang berubah dari pemahaman di awal sebelum pembelajaran dimulai?
Jawaban: Pemahaman yang berubah yaitu bahwa perspektif sosial, budaya, ekomoni, dan politik harus dilakukan oleh seorang guru untuk dapat memberikan pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan peserta didik. Termasuk didalamnya memperhatikan latar belakang, gaya belajar, pemilihan pendekatan, metode, model dan media pembelajaran yang akan digunakan.
Apa yang ingin Anda pelajari lebih lanjut?
Jawaban:
6. Koneksi Antar Materi
Apa yang Anda pelajari dari koneksi antar materi baik di dalam mata kuliah yang sama maupun dengan mata kuliah lain?
Jawaban:
7. Aksi Nyata
a. Apa manfaat pembelajaran ini untuk kesiapan Anda sebagai guru?
Jawaban:
b. Bagaimana Anda menilai kesiapan Anda saat ini, dalam skala 1-10? Apa alasannya?
Jawaban: Kesiapan saya untuk menghadapi peserta didik dengan keberagaman yang mereka miliki dalam skala 1-10 yaitu 8. Hal tersebut karena meskipun saya sudah memahami dan memiliki gambaran mengenai cara mengatasi keberagaman peserta didik, saya harus terus belajar dan mengembangkan pengetahuan saya salah satunya melalui program PPG yang sedang saya jalanin saat ini.
c. Apa yang perlu Anda persiapkan lebih lanjut untuk bisa menerapkannya dengan optimal?
Jawaban: Saya akan meningkatkan pemahaman saya tentang bagaimana cara membuat rancangan pembelajaran yang efektif untuk menerapkan perspektif sosial, budaya, ekonomi, dan politik dalam pembelajaran.
Refleksi Topik 3 Perspektif sosial, budaya, ekonomi, dan politik dalam pembelajaran
Mata Kuliah Perspektif Sosiokultural dalam Pendidikan Indonesia
Oleh: Syifa Alyadani (039223350)
Guru Kelas A Mahasiswa PPG Prajabatan UNPAK Gelombang 1 Tahun 2023
Pada akhir pembelajaran setiap topik, mahasiswa diminta untuk merefleksikan pembelajaran, dengan menggunakan alur MERDEKA seperti dalam proses pembelajarannya. Berikut merupakan refleksi mata kuliah Perspektif Sosiokultural dalam Pendidikan Indonesia dalam bentuk aksi nyata.
1. Mulai Dari Diri
Apa yang Anda pikirkan tentang topik ini sebelum memulai proses pembelajaran?
Jawaban: Sebelu memilai proses pembelajaran, hal yang saya pikirkan yaitu bagaimana saya bisa menerapkan pengetahuan yang saya dapatkan saat mempelajari perspektif sosiokultural ketika saya menghadapi peserta didik yang memiliki beragam latar belakang sosial dan budaya yang berbeda-beda.
2. Eksplorasi Konsep
Apa yang Anda pelajari dari konsep yang Anda pelajari dalam topik ini?
Jawaban: Pada topik ini yang saya mempelajari bahwa faktor sosial, budaya, ekonomi, dan politik dapat memberikan pengaruh dalam proses pendidikan. Dengan adanya faktor tersebut memberikan keberagaman cara panda seseorang dalam menyikapi suatu perbedaan, sehingga pendidik diharapkan dapat memilih metode pembelajaran yang tepat untuk membimbing peserta didik sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan yang dimilikinya.
3. Ruang Kolaborasi
Apa yang Anda pelajari lebih lanjut bersama dengan rekan-rekan Anda dalam ruang kolaborasi?
Jawaban: Pada ruang kolaborasi saya dengan rekan kelompok disajikan tiga studi kasus yang memiliki sosiokultural berbeda dari masing-masing studi kasus tersebut. Dalam materi ini saya dan rekan kelompok belajar bagaimana mengidentifikasi faktor sosial, buada, ekonomi, dan politik yang mana dapat memengaruhi pembelajaran. Dengan mempelajari studi kasus tersebut saya dapat memahami bagaimana penggunaan metode pembelajaran yang sesuai dengan keberagaman tersebut dan manfaat yang bisa diperoleh sebagai calon pendidik dalam memahami perspektif sosial, budaya, ekonomi, dan politik.
4. Demonstrasi Kontekstual
Apa hal penting yang Anda pelajari dari proses demonstrasi kontekstual yang Anda jalani bersama kelompok (bisa tentang materi, rekan, dan diri sendiri)?
Jawaban: Hal penting yang saya pelajari dalam proses demontrasi kontekstual yaitu saya dan rekan kelompok dapat berdiskusi untuk mengemukakan beragam pendapat yang kemudian disusun menjadi satu pandangan besama untuk menyelesaikan tugas kami secara kolaboratif. Saya dan rekan kelompok juga belajar bagaimana mempresentasikan hasil pemikiran kami kepada rekan kelompok lain sehingga mereka dapat memahaminya.
5. Elaborasi Pemahaman
a. Sejauh ini, apa yang sudah Anda pahami tentang topik ini?
Jawaban: Pendidikan multikulturalisme menekankan nilai pentingnya menghormati keragaman dalam berbagai aspek seperti suku, budaya, etnis, dan lainnya. Dengan kata lain, dalam proses pembelajaran, fokus diberikan pada prinsip kebersamaan yang mengutamakan sikap saling menghormati, menerima, dan menghargai perbedaan setiap peserta didik yang memiliki latar belakang yang beragam.
b. Apa hal baru yang Anda pahami atau yang berubah dari pemahaman di awal sebelum pembelajaran dimulai?
Jawaban: Proses pembelajaran bisa disesuaikan dengan realitas lingkungan atau konteks sosial dan budaya yang ada di sekolah. Tujuannya agar pendidik dapat merencanakan kegiatan pembelajaran yang sesuai dengan situasi sosial dan budaya sehingga dapat memenuhi kebutuhan peserta didik selama proses pembelajaran.
c. Apa yang ingin Anda pelajari lebih lanjut?
Jawaban: Saya ingin mempelajari lebih lanjut bagaimana cara mengimplementasikan konsep-konsep perspektif sosiokultural dalam perancangan dan pelaksanaan strategi pembelajaran yang dapat memberikan dukungan kepada beragam peserta didik dalam proses belajar mengajar.
6. Koneksi Antar Materi
Apa yang Anda pelajari dari koneksi antar materi baik di dalam mata kuliah yang sama maupun dengan mata kuliah lain?
Jawaban: Mata Kuliah perspektif sosiokultural ini memiliki keterkaitan dengan mata kuliah lainnya seperti mata kuliah Filosofi Pendidikan Indonesia yaitu Pendidikan di Indonesia mengalami perubahan dari waktu ke waktu yang di pengaruhi oleh faktor sosial, budaya, ekonomi dan politik, sehingga kita sebagai guru harus menyesuaikan pembelajaran sesuai dengan latar belakang yang dimiliki oleh peserta didik. Kaitan dengan mata kuliah Pemahaman Peserta Didik dan Pembelajaran adalah Peserta didik memiliki latar belakang sosial, budaya, ekonomi dan politik yang berbeda-beda sehingga guru harus memahami karakter peserta didik dengan baik agar terciptanya pembelajaran yang efektif. Berdasarkan hal tersebut saya mengetahui bahwa materi perspektif sosiokultural memiliki keterkaitan dengan filosofi pendidikan Indonesia, pemahaman peserta didik dan pembelajarannya, perancangan dan pengembangan kurikulum, dan prinsip pengajaran asesmen dalam membentuk pembelajaran dengan memperhatikan kebutuhan peserta didik dan mencapai tujuan pembelajaran.
7. Aksi Nyata
a. Apa manfaat pembelajaran ini untuk kesiapan Anda sebagai guru?
Jawaban: Manfaat yang saya dapatkan dari pembelajaran topik ini untuk persiapan saya menjadi seorang pendidik yaitu saya akan memiliki kemampuan untuk menjadi mediator dalam mengembangkan pengetahuan peserta didik. Saya akan menerapkan pendekatan pembelajaran yang berfokus pada peserta didik dan juga mampu menyesuaikan diri dengan konteks sosial dan budaya di lingkungan belajar peserta didik.
b. Bagaimana Anda menilai kesiapan Anda saat ini, dalam skala 1-10? Apa alasannya?
Jawaban: Kesiapan saya untuk menghadapi peserta didik dengan keberagaman yang mereka miliki dalam skala 1-10 yaitu 7. Hal tersebut karena saya belum mengimplementasikan konsep yang saya pelajari mengenai sosiokultural ini secara langsung dan saya belum mengetahui kondisi peserta didik secara langsung sehingga saya membutuhkan waktu untuk melakukan observasi terhadap beragam latar belakang peserta didik dan memperoleh pengetahuan lebih lanjuttentang sosiokultural yang akan saya pelajari pada topik-topik selanjutnya.
c. Apa yang perlu Anda persiapkan lebih lanjut untuk bisa menerapkannya dengan optimal?
Jawaban: Saya akan meningkatkan pemahaman saya tentang konsep-konsep sosiokultural dengan mengikuti kuliah dan melaksanakan tugas secara optimal, sehingga saya mampu mengimplementasikan ilmu yang saya peroleh saat saya menjadi seorang guru profesional nantinya.
Refleksi Topik 2 Konsep Dasar Perspektif Sosiokultural dalam Pendidikan
Mata Kuliah Perspektif Sosiokultural dalam Pendidikan Indonesia
Oleh: Syifa Alyadani (039223350)
Guru Kelas A Mahasiswa PPG Prajabatan UNPAK Gelombang 1 Tahun 2023
Pada akhir pembelajaran setiap topik, mahasiswa diminta untuk merefleksikan pembelajaran, dengan menggunakan alur MERDEKA seperti dalam proses pembelajarannya. Berikut merupakan refleksi mata kuliah Perspektif Sosiokultural dalam Pendidikan Indonesia dalam bentuk aksi nyata.
1. Mulai Dari Diri
Apa yang Anda pikirkan tentang topik ini sebelum memulai proses pembelajaran?
Jawaban:
Saya dapat mengartikan konsep Sosiokultural sebagai suatu pendidikan yang melibatkan unsur budaya dan sosial. Dengan kata lain, pendidikan yang diberikan kepada siswa tidak dapat dipisahkan dari cara mereka berinteraksi dengan individu lainnya dan juga dari upaya mereka dalam menjaga serta mempertahankan warisan budaya daerah mereka.
2. Eksplorasi Konsep
Apa yang Anda pikirkan tentang topik ini sebelum memulai proses pembelajaran?
Jawaban:
Saya yakin bahwa fokus pada sosiokultural dalam konteks pendidikan akan berkontribusi pada peningkatan kemampuan anak-anak, tidak hanya dalam hal aspek kognitif tetapi juga dalam cara mereka menghargai keberagaman dengan individu lainnya.
3. Ruang Kolaborasi
Apa yang Anda pelajari lebih lanjut bersama dengan rekan-rekan Anda dalam ruang kolaborasi?
Jawaban:
Pada tahap kolaborasi ruangan, beberapa video yang sangat menarik ditampilkan, dan hal ini menyentuh hati saya tentang makna pendidikan. Video-video tersebut menggambarkan kesulitan yang dialami oleh anak-anak di desa terpencil dengan medan atau akses jalan yang sulit. Meskipun mereka menghadapi berbagai keterbatasan, seperti keterbatasan ekonomi, kurangnya dukungan dan motivasi dari orang tua serta lingkungan, dan juga masalah budaya nikah dini yang masih umum terjadi, tetapi semangat mereka dalam belajar tetap membara. Saya berharap dapat memberikan kontribusi nyata dalam dunia pendidikan untuk menciptakan generasi yang berkualitas dan merdeka dalam proses belajar, setidaknya dalam lingkup saya sendiri, karena bagi saya, kebaikan sejati adalah memberikan manfaat kepada sesama.
4. Demonstrasi Kontekstual
Apa hal penting yang Anda pelajari dari proses demonstrasi kontekstual yang Anda jalani bersama kelompok (bisa tentang materi, rekan, dan diri sendiri)?
Jawaban:
Menerapkan pendekatan sosiokultural dalam kerja kelompok untuk mencapai tujuan pembelajaran menjadi sangat penting. Meskipun setiap anggota kelompok mungkin memiliki pemikiran dan pendapat yang berbeda-beda, kita dapat memahami serta menghargai perbedaan pendapat tersebut. Selain itu, kita juga menyadari bahwa kemampuan kognitif dan keterampilan tiap individu memiliki tingkat keberagaman yang unik.
5. Elaborasi Pemahaman
Sejauh ini, apa yang sudah Anda pahami tentang topik ini? Apa hal baru yang Anda pahami atau yang berubah dari pemahaman di awal sebelum pembelajaran dimulai ? Apa yang ingin Anda pelajari lebih lanjut?
Jawaban:
Pembelajaran tidak hanya tentang penyampaian ilmu, proses mendidik, dan memberikan contoh kepada siswa. Sebaliknya, kita perlu memasukkan aspek-aspek seperti latar belakang sosial, budaya, ekonomi, dan politik dalam pemahaman yang lebih mendalam terhadap karakter siswa secara keseluruhan. Dengan demikian, pembelajaran akan memiliki nilai yang lebih signifikan dan mendorong saling penghargaan. Saya berkeinginan untuk menerapkan pendekatan pembelajaran berbasis sosiokultural dalam aktivitas pembelajaran di kelas.
6. Koneksi Antar Materi
Apa yang Anda pelajari dari koneksi antar materi baik di dalam mata kuliah yang sama maupun dengan mata kuliah lain?
Jawaban:
Menyadari bahwa pendidikan merupakan perjalanan yang memerlukan waktu dan usaha, kita harus berjuang untuk meningkatkan kualitas diri dalam proses pendidikan. Berinteraksi dengan berbagai individu, seperti contohnya dalam lingkungan perkuliahan yang berasal dari berbagai latar belakang, telah membuat saya lebih menghargai keberagaman di antara kita, dan ini membuat saya merasa lebih bersyukur.
7. Aksi Nyata
Apa manfaat pembelajaran ini untuk kesiapan Anda sebagai guru?
Bagaimana Anda menilai kesiapan Anda saat ini, dalam skala 1-10? Apa alasannya?
Apa yang perlu Anda persiapkan lebih lanjut untuk bisa menerapkannya dengan optimal?
Jawaban:
Dampaknya yakni saya menjadi lebih terbuka dalam berpikir dan lebih bijak dalam menghadapi berbagai permasalahan di bidang pendidikan. Meskipun saya masih berada pada tahap kesiapan skala 7, saya menyadari bahwa masih perlu terus belajar untuk meningkatkan kualitas diri. Salah satu langkah yang saya ambil untuk mencapai hal tersebut adalah dengan mengikuti program PPG Prajabatan agar dapat menjadi seorang guru yang profesional.
Refleksi Topik 1 Pengantar Perspektif Sosial, Budaya, Ekonomi, dan Politik dalam Pendidikan Indonesia
Hallo semua... Gimana kabarnya hari ini? Semoga sehat selalu ya..
Suka main game osu? Wahh sama dongs, mabar yoo...!
A: "Wehh.. sabar min, sekarang kan kita mau bahas cara tambah playlist lagu di game Osu!"
B: "Yup betul, tapi mending sekalian cara download dan daftarnya juga dong"
Oh iya oke, kali ini kita akan bahas tentang Osu! Bagaimana cara download, daftar, dan tambah playlist lagunya. Langsung saja yoo...
- Kita download dulu game Osu! nya ya. Klik Disini. Tunggu sampai proses downloadnya selesai dan jangan lupa di instal... :v
- Nah kalau udah selesai, langsung aja kita bikin akunnya, klik Disini untuk daftar.
Sebenernya sih tanpa akun juga bisa, cuma yahh... Kamu main offline, walaupun ada internet. Sayang kan kerja kerasmu selama ini tidak terabadikan :'3
B: "Min, kok lagunya dikit sih?"
A: "Lahh emang iya, gimana nih cara tambah playlistnya?"
- Oke sekarang kita download dulu beatmapnya Disini.
- memasukan beatmap / lagu yang sudah kita download tadi
2. Setelah klik edit, akan seperti ini. Paling beda gambar dan lagu :v
3. Nah, setelah itu klik tombol windows kemudian buka folder tempat kamu menyimpan hasil download Beatmap.
Cara Menambahkan Playlist Lagu di Osu!
Ada pepatah mengatakan "Tak Kenal Maka Ta'aruf"
Kalau gitu kita ta'arufan dulu yu, abangnya ke rumah neng sekarang ya
Boong deng, oke kita kenalan dulu ya. Hallo kenalin nama saya Syifa Alyadani, sesuai dengan nama blog ini, udah tau kan ya :v
A: "Syifa itu orangnya kaya gimana sih?"
B: "Syifa orangnya itu baik hati dan tidak sombong, cinta damai dan pandai menabung"
A: "Wehhh... ?!?"
Oh ya, sebenernya sih ini blog udah lama, tapi saya rombak dan saya atur lagi sedemikian rupa supaya bisa menggambarkan sang pemilik blog :v
B: "Eh kita tanya-tanya adminnya yuk"
A: "Bodo amat deh"
Question: "Admin single?"
Answer: "Heee...? Pertanyaan awal tapi udah bikin keringet dingin aja :'3"
Answer: "Baca buku, nonton anime, main game"
Question: "Min, ada contact yang bisa dihubungi ga nih?"
Answer: "Whehe ada dong..."
Answer: "Heee...? Itu doang...?"
Oke... Berhubung ga ada yang perlu ditanyain lagi, cukup sampai sini saja ya perkenalannya. Bye....












