Archive for Desember 2023

Lingkungan Belajar yang Aman dan Nyaman bagi Peserta Didik

 

Nama                 : Syifa Alyadani

NPM                  : 039223350

Kelas                  : GK-A

Mata Kuliah       : Pemahaman tentang Peserta Didik dan Pembelajarannya

Tugas                 : 01.02.3-T4-8 Aksi Nyata

 

1.     Pemahaman baru apa yang Anda dapatkan dari topik ini?

Jawaban:

Dari topik ini, pemahaman baru yang saya dapatkan adalah pentingnya lingkungan belajar yang aman dan nyaman bagi peserta didik. Saya menyadari bahwa lingkungan belajar yang kondusif dapat berdampak positif pada motivasi, keterlibatan, dan prestasi belajar peserta didik. Saya juga memahami bahwa lingkungan belajar yang aman dan nyaman melibatkan beberapa faktor, seperti kehadiran guru yang mendukung dan peduli, interaksi yang positif antara peserta didik, serta keberadaan aturan dan norma-norma yang jelas. Selain itu, fasilitas fisik yang memadai dan lingkungan yang terorganisir juga penting dalam menciptakan lingkungan belajar yang optimal. Dengan pemahaman ini, saya menyadari betapa pentingnya peran saya sebagai guru dalam menciptakan lingkungan belajar yang aman dan nyaman bagi peserta didik. Saya akan berupaya untuk mengenal peserta didik saya secara individu, memberikan dukungan emosional, dan menciptakan atmosfer yang inklusif dan penuh kepercayaan dalam ruang kelas.

 

2.     Kendala apa yang kemungkinan muncul ketika kita melibatkan sekolah, keluarga, dan masyarakat dalam menciptakan lingkungan belajar yang aman dan nyaman bagi peserta didik? 

Jawaban:

Ketika melibatkan sekolah, keluarga, dan masyarakat dalam menciptakan lingkungan belajar yang aman dan nyaman bagi peserta didik, beberapa kendala mungkin muncul. Salah satu kendala yang mungkin timbul adalah kurangnya kesepahaman dan koordinasi antara semua pihak yang terlibat. Setiap pihak mungkin memiliki pandangan dan tujuan yang berbeda, sehingga sulit untuk mencapai kesepakatan dan bekerja sama secara efektif. Selain itu, kendala lainnya adalah kurangnya sumber daya yang memadai.

Terkadang sekolah, keluarga, dan masyarakat mungkin tidak memiliki sumber daya yang cukup untuk menciptakan lingkungan belajar yang optimal. Ini dapat mencakup sumber daya finansial, fasilitas fisik, atau dukungan konseling dan sosial. Tidak adanya komunikasi yang efektif juga dapat menjadi kendala. Ketika tidak ada saluran komunikasi yang terbuka dan transparan antara sekolah, keluarga, dan masyarakat, sulit untuk mengatasi permasalahan dan bekerja sama dalam menciptakan lingkungan belajar yang aman dan nyaman. Bagaimanapun, dengan kesadaran akan kendala-kendala ini, langkah-langkah dapat diambil untuk mengatasi mereka. Komunikasi yang terbuka dan kolaborasi antara semua pihak terlibat sangat penting. Selain itu, upaya untuk memperoleh lebih banyak sumber daya dan dukungan dari berbagai sumber juga dapat membantu mengatasi kendala-kendala yang muncul. Dengan kerja sama yang baik, lingkungan belajar yang aman dan nyaman dapat diciptakan untuk peserta didik.

 

3.     Hal lain apakah yang ingin Anda pelajari terkait dengan lingkungan belajar peserta didik?

Jawaban: Hal lain yang ingin saya pelajari terkait dengan lingkungan belajar peserta didik yaitu sebagai berikut. 

1)    ⁠Metode dan strategi yang efektif dalam menciptakan lingkungan belajar yang inklusif: Saya ingin mempelajari lebih banyak tentang pendekatan dan strategi yang dapat digunakan untuk mengakomodasi kebutuhan beragam peserta didik dalam lingkungan belajar. Bagaimana saya dapat menciptakan ruang yang aman dan nyaman bagi semua siswa, termasuk mereka dengan kebutuhan khusus atau latar belakang yang berbeda?

2)    Peran teknologi dalam menciptakan lingkungan belajar yang modern: Dalam era digital saat ini, teknologi memiliki peran yang signifikan dalam pendidikan. Saya ingin mempelajari cara menggunakan teknologi secara efektif untuk meningkatkan lingkungan belajar, termasuk penggunaan platform pembelajaran online, aplikasi edukasi, dan alat pembelajaran berbasis teknologi lainnya.

3)    Mengelola konflik dan tantangan dalam lingkungan belajar: Tidak semua interaksi di lingkungan belajar akan berjalan mulus. Saya ingin mempelajari keterampilan manajemen konflik dan strategi untuk menghadapi tantangan yang mungkin muncul di ruang kelas. Bagaimana cara saya mengatasi konflik antara siswa, atau bagaimana saya dapat membantu siswa mengatasi tantangan pribadi atau emosional yang dapat mempengaruhi pembelajaran mereka?

RESUME REFLEKSI PENGALAMAN BELAJAR

Posted by : syifaalyadani
Sabtu, 23 Desember 2023
0 Comments


Nama                  : Syifa Alyadani

NPM                   : 039223350

Kelas                  : GK-A

Mata Kuliah       : Perspektif Sosiokultural dalam Pendidikan Indonesia

Tugas                 : SEL.11.2-T5-8 Aksi Nyata

 

1.     Mulai Dari Diri

Apa yang Anda pikirkan tentang topik ini sebelum memulai proses pembelajaran?

Jawaban: Sebelum memulai proses pembelajaran, saya berpikir bahwa scaffolding pada Zone of Proximal Development (ZPD) merupakan suatu metode atau teknik pembelajaran untuk membantu peserta didik dalam memahami materi pembelajaran sesuai dengan kebutuhan dan gaya belajar peserta didik. Sehingga saya berpikir bahwa topik ini sangat penting agar guru dapat menciptakan lingkungan pembelajaran yang aman dan nyaman bagi peserta didik.

 

2.     Eksplorasi Konsep

Apa yang Anda pelajari dari konsep yang Anda pelajari dalam topik ini? 

Jawaban: Setelah mempelajari topik ini, saya memahami bahwa scaffolding merupakan strategi yang digunakan oleh guru untuk membantu peserta didik yang mengalami kesulitan dalam proses pembelajaran dengan memberikan dukungan dan bimbingan yang sesuai dengan tingkat kemampuan peserta didik, kemudian secara bertahap mengurangi dukungan tersebut seiring dengan peningkatan kemampuan peserta didik. Kemudian Zone of Proximal Development (ZPD) merupakan konsep yang dikemukakan oleh Lev Vygotsky yang mengacu pada jarak antara kemampuan aktual seorang individu dalam menyelesaikan tugas secara mandiri dan kemampuan potensialnya dengan bantuan dari orang lain. ZPD menunjukkan bahwa ada tingkat kemampuan yang dapat dicapai oleh individu dengan bantuan dan dukungan yang tepat. Scaffolding dapat dilakukan melalui berbagai cara, seperti memberikan petunjuk, model, pertanyaan, atau bantuan visual yang membantu peserta didik memahami konsep atau menyelesaikan tugas. Tujuannya adalah agar peserta didik dapat memperluas ZPD mereka dan mencapai kemampuan mandiri dalam pembelajaran.


3.     Ruang Kolaborasi

Apa yang Anda pelajari lebih lanjut bersama dengan rekan-rekan Anda dalam ruang kolaborasi? 

Jawaban: Dalam ruang kolaborasi, saya dengan rekan-rekan berdiskusi mengenai sudut pandang kami dalam memahami pendekatan, strategi, metode dan teknik pembelajaran yang diterapkan sebagai scaffolding pada Zone of Proximal Development (ZPD).

 

4.     Demonstrasi Kontekstual

Apa hal penting yang Anda pelajari dari proses demonstrasi kontekstual yang Anda jalani bersama kelompok (bisa tentang materi, rekan, dan diri sendiri)?

Jawaban: Melalui proses demonstrasi kontekstual bersama kelompok, kami melakukan diskusi untuk mengidentifikasi Zone of Proximal Development (ZPD) peserta didik, memberikan dukungan yang sesuai, dan menyesuaikan pendekatan pembelajaran untuk memfasilitasi perkembangan peserta didik.

 

5.     Elaborasi Pemahaman

              a.    Sejauh ini, apa yang sudah Anda pahami tentang topik ini?

Jawaban: Sejauh ini saya telah memahami bahwa scaffolding dapat dilakukan melalui pendekatan, strategi, metode, dan teknik pembelajaran yang diterapkan sebagai scaffolding pada Zone of Proximal Development (ZPD). Tujuannya adalah agar peserta didik dapat memperluas ZPD mereka dan mencapai kemampuan mandiri dalam pembelajaran.

 

        b. Apa hal baru yang Anda pahami atau yang berubah dari pemahaman di awal sebelum pembelajaran dimulai?

Jawaban: Sebelum memulai proses pembelajaran, saya berpikir bahwa scaffolding pada Zone of Proximal Development (ZPD) merupakan suatu metode atau teknik pembelajaran untuk membantu peserta didik dalam memahami materi pembelajaran sesuai dengan kebutuhan dan gaya belajar peserta didik. Kemudian setelah mempelajari topik ini, saya memahami bahwa scaffolding pada ZPD bukan hanya sekadar metode atau teknik pembelajaran, tetapi merupakan suatu interaksi antara peserta didik dengan guru yang bertujuan untuk membantu peserta didik yang mengalami kesulitan dalam proses pembelajaran dengan meningkatkan pemahaman dan keterampilan peserta didik. Selain itu, saya juga memahami bahwa ZPD merupakan konsep yang dikemukakan oleh Vygotsky yang mencerminkan perbedaan antara apa yang dapat dilakukan anak dengan bantuan dan apa yang dapat ia lakukan sendiri, yaitu tingkatan kemampuan aktual dan kemampuan tingkat potensial. Saya juga memahami bahwa untuk menerapkan scaffolding dan ZPD dalam pembelajaran, guru perlu memahami konsep dan prinsip-prinsipnya, serta memiliki keterampilan dalam merancang pembelajaran yang mendukung pencapaian tujuan dan bukti kinerja yang telah ditetapkan. Selain itu, guru juga perlu mempertimbangkan strategi, metode, dan aktivitas pembelajaran yang tepat untuk mencapai tujuan dan bukti kinerja yang telah ditetapkan. Dalam menerapkan scaffolding dan ZPD, guru perlu memperhatikan kebutuhan dan karakteristik peserta didik, serta memberikan bimbingan dan dukungan yang tepat untuk membantu peserta didik mencapai potensi terbaiknya.

 

            c.     Apa yang ingin Anda pelajari lebih lanjut?

Jawaban:  Kedepannya saya ingin mempelajari lebih lanjut mengenai bagaimana scaffolding diberikan pada peserta didik dengan adanya isu-isu penyelenggaraan pendidikan dan pembelajaran di sekolah dalam perspektif sosial, budaya, ekonomi, dan politik.

 

6.     Koneksi Antar Materi

    Apa yang Anda pelajari dari koneksi antar materi baik di dalam mata kuliah yang sama maupun dengan mata kuliah lain? 

Jawaban: Pembelajaran scaffolding  dalam Zone of Proximal Development  (ZPD) memiliki hubungan dengan mata kuliah Filosofi Pendidikan pada topik Manusia Indonesia yakni kebudayaan dan pendidikan memiliki relasi yang kuat sehingga dapat menciptakan Idenitas Manusia Indonesia. Kaitan dengan mata kuliah Pemahaman Peserta Didik dan Pembelajaran yaitu penerapan scaffolding dalam ZPD membangkitkan motivasi dan mengaitkan dengan karakteristik dan minat peserta didik. Dengan memberikan tugas belajar, dapat mendorong peserta didik menuju tingkat kemandirian dalam proses pembelajaran. Kemudian kaitannya dengan mata kuliah Prinsip Pengajaran dan Asesmen I di Sekolah Dasar, yaitu asesmen digunakan untuk melihat scaffolding dalam ZPD untuk meningkatkan kemampuan yang dimiliki oleh peserta didik contohnya dengan penerapan model pembelajaran TaRL yang sesuai dengan kebutuhan peserta didik sehingga dapat memberikan scaffolding yang tepat.


7.     Aksi Nyata

              a.     Apa manfaat pembelajaran ini untuk kesiapan Anda sebagai guru?

Jawaban: Manfaat yang saya dapatkan dari pembelajaran topik ini untuk persiapan saya menjadi seorang guruyaitu saya memiliki pengetahuan mengenai scaffolding dalam Zone of Proximal Development (ZPD) yang bermanfaat untuk menambah kesiapan mengajar saya. Selain itu, saya dapat mempertimbangkan strategi, metode, dan aktivitas pembelajaran yang tepat untuk mencapai tujuan dan bukti kinerja yang telah ditetapkan. Kemudian memberikan kesiapan pada saya untuk memperhatikan kebutuhan dan karakteristik peserta didik, serta memberikan bimbingan dan dukungan yang tepat untuk membantu peserta didik mencapai potensi terbaiknya.

 

            b.    Bagaimana Anda menilai kesiapan Anda saat ini, dalam skala 1-10? Apa alasannya?

Jawaban: Kesiapan saya untuk menerapkan pembelajaran pada Zone of Proximal Development (ZPD)  berada dalam skala 7. Hal tersebut karena saya perlu memahami karakteristik dan kebutuhan peserta didik dan kemudian menentukan pendekata, model, strategi apa yang harus dilaksanakan untuk memberikan scaffolding pada peserta didik.

 

           c.     Apa yang perlu Anda persiapkan lebih lanjut untuk bisa menerapkannya dengan optimal?

Jawaban: Untuk menerapkan scaffolding dalam Zone of Proximal Development (ZPD)  secara optimal, ada beberapa persiapan yang perlu dipersiapkan oleh saya diantaranya yaitu pemahaman tentang konsep ZPD secara mendalam, analisis kebutuhan peserta didik secara individual atau kelompok, pengetahuan tentang berbagai strategi scaffolding yang dapat digunakan dalam pembelajaran, menyusun rencana pembelajaran yang terstruktur, memantau dan mengevaluasi kemajuan peserta didik dalam pembelajaran. Dengan melakukan persiapan yang matang, guru dapat menerapkan scaffolding dalam ZPD dengan lebih optimal. Persiapan ini membantu guru dalam memberikan dukungan yang sesuai, merencanakan pembelajaran yang efektif, dan mengelola proses pembelajaran dengan baik.

Topik 5. Pendekatan, Strategi, Metode, dan Teknik Pembelajaran yang Diterapkan Sebagai Scaffolding pada ZPD

Posted by : syifaalyadani
Jumat, 22 Desember 2023
0 Comments

- Copyright © SYIFA ALYADANI - Blogger Templates - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -